Skip to content

Alat Servis HP

Sebelum Reparasi dengan Alat Servis HP, Kenali Dulu 6 Faktor Kerusakannya!

Selain menyiapkan alat servis HP, teknisi reparasi juga harus mengetahui penyebab kerusakan ponsel yang ditanganinya. Beda pemicu, maka beda pula penanganannya. Supaya teknisi tak salah mengambil langkah, berikut ini enam faktor kerusakan yang perlu ditangani.

Berkarat atau terpapar cairan

Dalam kerusakan ini, akan ada likuid atau cairan yang ditemukan pada ponsel—baik sudah kering atau masih basah. Cairan yang dibiarkan terlalu lama akan membuat komponen ponsel yang sebagian besar terbuat dari material logam berkarat dan menyebabkan kerusakan.

Ponsel sering jatuh atau terbanting

Ponsel rusak akibat terjatuh merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemukan teknisi. Ciri-cirinya pun mudah dikenali, dari goresan, retakan, hingga bagian yang copot. Dalam kasus yang lebih parah, layar ponsel pecah dan menyebabkan perangkat mati total.

Memakai komponen palsu/KW

Harga komponen atau spare part asli yang mahal mendorong sebagian orang membeli vesi KW atau palsu. Sayangnya, langkah tersebut akan membuat performa ponsel terganggu hingga rusak total. Para teknisi pun akan cukup lama menanganinya walau memakai alat servis HP terbaik.

Masalah pada hardware ponsel

Masalah yang terjadi pada perangkat keras atau hardware biasanya disebabkan ponsel jatuh hingga paparan cairan. Pemilik ponsel biasanya akan mengalami beberapa kendala seperti kesulitan mengisi daya ponsel hingga tidak bisa mendengar lawan bicara saat menelepon.

Mutu solder yang kurang bagus

Kualitas solder yang kurang sempurna akan memendekkan usia komponen. Hal ini akan memudahkan komponen mudah terlepas atau rusak walau hanya terkena benturan ringan. Pemilik ponsel sebaiknya segera memeriksakan perangkat mereka bila sering mengalami kendala.

Komponen yang sudah kedaluwarsa

Sebaik apa pun ponsel dirawat, pasti akan ada komponen yang bermasalah. Salah satu masalah yang kerap ditemui adalah baterai yang cepat drop. Hal ini dikarenakan baterai ponsel punya usia pemakaian. Jika sudah melewati masa kedaluwarsa, kinerjanya akan menurun.
Setelah mengetahui penyebab kerusakan, teknisi dapat mulai memperbaiki dengan alat servis HP.

Penggunaan dan Kegunaan Solder Uap

Penggunaan solder uap tak mungkin dilepaskan dari aktivitas perakitan atau perbaikan perangkat elektronik. Solder ini dimaksudkan sebagai perangkat pemasang, pencetak, pengangkat, atau dengan kata lain menyatukan komponen-komponen kecil. Jenis-jenis komponen yang memakai solder ini antara lain SMD, BGA atau bola-bola timah, kaki IC, dan sebagainya.

Kegunaan Utama

Solder ini juga bisa dikenal sebagai blower . Cara memakainya pun sangat sederhana. Misalnya dari cara memegangnya yang tak jauh berbeda dengan solder biasa. Kemampuan utama solder jenis ini adalah mampu membuat lumer timah atau meleleh dengan mekanisme pemakaian uap panas. Berbeda dengan solder biasa yang hanya tergantung pada batang besi yang dipanaskan.

Cara Pemakaian

Pemakaian solder ini diawali dari sambungan listrik yang dicolokkan melalui perangkat. Pastikan bahwa posisi tombol sudah ON sebelum digunakan. Cara memegangnya mesti tepat pula. Peganglah sebagaimana memegang solder biasa bagi yang sudah berpengalaman. Yang penting adalah posisi solder yang mesti tegak lurus menuju komponen yang hendak disolder. Jangan sampai ada yang meleset. Berhati-hati juga selama memegang solder dan jaga jarak yang aman dengan pandangan mata atau tangan.

Setelah solder menyala, baru kita atur suhu dan tekanan udara yang hendak dikeluarkan. Atur saja panas suhu yang dikehendaki dan sesuaikan tekanan udara. Pasalnya, jika suhu udara sudah diatur namun kondisi pengaturan tekanan udara masih 0, panasnya tidak akan sampai di ujung solder.

Cara pengaturan yang sedikit berbeda berlaku pada solder uap digital. Perbedaannya terletak pada tombol UP dan DOWN untuk pengaturan suhu, dan pengaturan tekanan udara dengan cara diputar. Jika sudah benar tinggal pakai saja pada komponen yang hendak disolder.

Pengaturan suhu dan tekanan udara mesti tepat alias berimbang. Risiko pengaturan yang tak tepat bisa menimbulkan kerusakan pada PCB. Pengaturan tekanan udara yang lebih kecil dari perbandingannya dengan suhu juga kurang baik apabila solder digunakan terlalu lama. Solusinya adalah menyeimbangkan suhu dan tekanan udara dengan mengamati di bagian ujung solder tersebut.